You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.

Sistem Informasi Desa Bajang

Kec. Pakong, Kab. Pamekasan, Prov. Jawa Timur
Info
Selamat datang di situs resmi dan sistem informasi Desa Bajang, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan

Sejarah Desa


SEJARAH DESA 

Setelah di telusuri dan digalia dari berbagai sumber khususnya dari sesepuh desa Bajang, dahulu pada masa penjajahan Belanda dan Jepang Desa ini pernah diduduki sebabagi markas kompeni dan markas jepang namun pada perang sabil yang terdiri dari warga masyarakat wilayah ini dan dari beberapa daerah lainnya berhasil mengusir pasukan penjajah tersebut.

 Asal – usul (Legenda) Desa

Pada saat pasukan Belanda selanjutnya diganti oleh pasukan Jepang banyak rakyat yang kekurangan makanan sehingga rakyat harus bekerja siang malam (Maduranya “Bejeng Tak Bu Ambu“) untuk memperoleh sandang selain makanan masyarakat juga kekurangan air untuk minum, mandi maupun cuci.

Dalam pencarian air ini penduduk bekerja dengan giatnya yang di ketuai oleh Bujuk Dukon, karena giatnya mencari air sehingga menemukan sumber air, yang kemudian di beri nama sumber Bajeng. Bajeng yang artinya giat (Rajin), Bujuk Dukon ini mempunyai kesaktian yang pada zaman dahulu yaitu kalau ada burung yang terbang di atasnya burung itu akan jatuh dan apabila ada sapi kerapan yang mau membentur Bujuk Dukon sapi tersebut kaki patah sehingga tidak sampai padanya.jadi begitulah asal usul mula adanya Desa Bajang.

Sejarah pemerinahan desa Bajang pada zaman penjajah Belanda yang manjadi Klebun pertama kali adalah Bujuk Abdullah (Bujuk Artinya Buyut), Proses Pemilihannya sangat unik sekali, awalnya masyarakat disuruh berkumpul disuatau tempat yang luas kemudian rakyat tersebut di suruh memilih Klebun(Kepala Desa) dengan cara lari menuju orang yang mau di jadikan Kepala Desa, Kemudian siapa yang paling banyak rakyatnya itu yang terpilih atau menjadi Kepala Desa, dan bujuk Abdullah yang paling banyak dan terpilih sebagai kepala desa yang pertama dan di ganti oleh putranga yang bungsu yang bernam Ganti. Kepala Desa Ganti hanya menjabat 6 tahun karena wafat sehinnga diganti oleh Kepala Desa Dagang P.Mardina.

Pemilihan Kepala Desa Dagang P.Mardina dipilaih melalui pemilihan juga yaitu sama dengan pemilihan pada waktu pemilihan Bujuk Abdullah, Kepala Desa Dagang P.Mardina ini memrintah Desa Bajang selama 41 tahun.

Pada tahun 1945 di ganti lagi oleh Kepal Desa Abdus Safi yang mana cara pemilihan berbeda dengan cara pakai lidi, AbduSafi memerintah dari tahin 1945 sampai dengan 1970 beliau wafat di ganti oleh Putranya yan bernama H.Moh Shalihen denga pemilinhan cara yang sama yaitu paki lidi mulai tahun 1970 sampai denga 2002 (32 tahun) karena beliau usianya tidak memenuhi syarat maka di ganti oleh menantu yang Bernama Drs. Rusdi.AM dimana kepala Desa Drs. Rusdi.AM Menjabat 1 Periode dan di ganti oleh istrinya Yang bernama Maimona,A.Ma dan pada tanggal 16 bulan 11 tahun 2016 diadakan Pilkades yang terdiri dari 2 calon yaitu Moh. Mokri Nomor urut 1 dan maimona sebagai nomor Urut 2 dalam pilkades di menangkan oleh nomor urut 1 atas nama Moh. Mokri dengan kemenangan 16 suara.

Berarti yang menjabat Kepala Desa sampai saat ini adalah Moh. Mokri,S.Pd.

Demografi 

Berdasarkan data Administrasi Pemerintahan Desa tahun 2018, Dengan jumlah penduduk Desa Bajang adalah terdiri dari 633 KK, dengan jumlah total 1.764 jiwa, dengan rincian 821 laki-laki dan 909, hak pilih Desa Bajang Laki- Laki 662 dan Perempuan 739 dengan total 1.401 Suara dari 6 TPS 

Tingkat kemiskinan di Desa Bajang termasuk tinggi. Dari jumlah 663 KK di atas, sejumlah 316 KK tercatat sebagai Pra Sejahtera; 191 KK tercatat Keluarga Sejahtera I; 75 KK tercatat Keluarga Sejahtera II; 83 KK tercatat Keluarga Sejahtera III; 3 KK sebagai sejahtera III plus. Jika KK golongan Pra-sejahtera dan KK golongan I digolongkan sebagai KK golongan miskin, maka lebih 50 % KK Desa Bajang adalah keluarga miskin. 

Secara geografis Desa Bajang terletak pada posisi 7°21'-7°31' Lintang Selatan dan 110°10'-111°40' Bujur Timur. Topografi ketinggian desa ini adalah berupa daratan sedang yaitu sekitar 300 m di atas permukaan air laut. Berdasarkan data BPS kabupaten Pamekasan tahun 2018, selama tahun 2018 curah hujan di Desa Bajang rata-rata mencapai 1.200 mm. Curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Desember hingga mencapai 205,04 mm 

Luas Wilayah Desa Bajang adalah 156,595 Ha.Luas Lahan Pertanian 132 Ha (Sawah 102 Ha bukan Sawah 30) Pemukiman 25 Ha

Secara administratif, Desa Bajang terletak di wilayah Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan dengan posisi dibatasi oleh wilayah desa-desa tetangga : 

Di sebelah Utara : Desa Banban.

Di sebelah Barat : Desa Klompang timur. 

Di sebelah Selatan : Desa Kertagenah Dajah Kecamatan Kadur

 Di sebelah Timur : Desa Cenlecen.

Jarak tempuh Desa Bajang ke ibu kota kecamatan adalah 4 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 15 menit. Sedangkan jarak tempuh ke ibu kota kabupaten adalah 27 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 40 menit. 

Wilayah Desa Bajang terdiri dari 4 Dusun yaitu : Sannip, laras, Klobungan,dan Brukoh, yang masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Dusun. Posisi Kasun menjadi sangat strategis seiring banyaknya limpahan tugas Desa kepada aparat ini. 

Bagikan artikel ini:
Komentar